MENU DISABILITAS

Jln. Syech Nawawi Al Bantani Blok Instansi Vertikal No.01 KP3B Curug Kota Serang
kanwilbanten@kemenag.go.id
Berita Umum

Rabun Hati

Rabun Hati


  • Rabu, 13 Des 2017
  • 43 Views

Share this article

NULL Foto : NULL

Rabun Hati

Oleh: H. Azharul Fuad Mahfudh | #af_m

(Humas Kemenag Kota Tangsel)

Penyakit paling berbahaya pasti "rabun hati", karena bahayanya tidak cuma ada di dunia, tetapi juga akan tembus ke akhirat. Kita memang merasa ngeri dengan ancaman diabetes, kanker atau gagal ginjal. Tetapi ada banyak orang yang karena penyakitnya ini, bahkan hingga kehilangan kaki, justru menemukan hidupnya kembali. Ia memang kehilangan kaki, tetapi menemukan hati. Ada banyak pasien cuci darah yang akhirnya menemukan ilmu pasrah. Ini ilmu yang pasti tidak didapat dengan mudah, karena malah harus melewati ginjal yang parah. Ada begitu banyak kerusakan tubuh yang malah membangun hati. Karena itulah penyakit tubuh, mestinya tidak boleh semenakutkan dibanding dengan penyakit hati. Hati itu, tidak usah sakit, cukup rabun saja, dampak kerusakannya sudah luar biasa. Jika penderita itu bernama suami, ia akan memuntilasi kebahagiaan keluarganya sendiri. Manajemen keluarga yang sederhana akan menjadi rumit. Soal keuangan saja, bisa ada uang perempuan, uang laki-laki, uang gelap, uang terang, uang abu-abu dan uang siluman. Apakah keluarga membutuhkan itu semua? Tidak! Kebutuhan keluarga itu sederhana. Menjadi tidak sederhana ketika nilai-nilai keluarga itu tidak lagi menjadi sumber orientasi. Begitu pula dengan pendidikan, induk persoalannya selalu sederhana. Pendidikan bertugas mendidik/mengajar siswa. Itu saja mestinya. Tetapi ketika pendidikan dijejali bermacam-macam kepentingan, dunia pendidikan menjadi berjejal muatan dan tujuan utama itu lalu nyelip entah di mana. Di dunia ini sebetulnya tidak ada urusan yang ruwet, yang ada adalah persoalan yang dibiarkan, ditumpuk, diabaikan, untuk kemudian ia beranak-pinak sedemikian rupa hingga tak bisa lagi dicegah kecuali harus berujung pada kerusakan. Dan seluruh kerusakan itu hanya butuh sebab sederhana: rabun hati, penyakit yang membuat indera peraba, perasa, pendengar, pencium, dan pengecap menjadi lenyap dan yang tertinggal cuma indera kepentingannya sendiri.