MENU DISABILITAS
Jln. Syech Nawawi Al Bantani Blok Instansi Vertikal No.01 KP3B Curug Kota Serang
kanwilbanten@kemenag.go.id
MEMANFAATKAN KEBERKAHAN KEMAJUAN TEKNOLOGI UNTUK KEMAJUAN MADRASAH
Foto : NULL
Oleh: Dr. H. Suhardi, M.Ag
(Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Tangsel)
Kemudahan teknologi komunikasi, terutama dengan ditemukannya internet, menjadikan proses komunikasi dan arus informasi sangat terbuka dan tanpa batas, baik waktu maupun tempat. Siapapun bisa berkomunikasi dengan siapapun, di manapun, dan kapanpun. Siapapun juga bisa mengakses informasi apapun, kapanpun, dan di manapun. Hebatnya lagi komunikasi, betapapun berada di dalam dunia maya, bisa dilakukan dengan cepat, langsung, dan seolah-olah seperti terjadi di dalam dunia nyata. Dari sisi biaya, proses komunikasi dan arus informasi yang terjadi pun bisa dilakukan dengan biaya yang sangat murah. Bahkan dalam banyak hal bisa dilakukan cuma-cuma atau gratis. Inilah kemajuan peradaban manusia dalam bidang sains dan teknologi yang sangat luar biasa. Dari sudut padat manajemen madrasah, kemudahan komunikasi dan informasi tersebut merupakan karunia Allah yang sangat luar biasa dan sudah seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memajukan dan mengembangkan madrasah. Internet dengan berbagai design teknologinya (web, WA, Facebook, Instagram, Wmail, Twitter, dan lain-lain) seharusnya bisa menciptakan manajemen madrasah yang efektif, efisien, dinamis, dan inovatif. Pada beberapa madrasah tampah sudah memanfaatkan kemajuan teknologi ini dengan sebaik-baiknya, baik untuk keperluan pencarian dana, mengupdate informasi terkini tentang kurikulum dan metode pembelajaran, mengelola administrasi pendidikan, dan sebagai alat untuk mempublikasikan madrasah kepada masayarakat. Diantara madrasah yang memanfaatkan teknologi internet adalah MI Nurul Falah Muncul. Madrasah ini menggunakan teknologi BBM, WA, Instagram, dan Fcebook untuk mencari donasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Menariknya adalah bahwa dengan teknologi tersebut MI Nurul Falah mampu mendapatkan donator dari Amerika, Perancis, Jepang, dan Thailand. Hasilnya cukup membanggakan untuk mendukung proses pembelajaran dan peningkatan mutu. Oleh karena itu seluruh siswa di MI Nurul Falah sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Bahkan bukan hanya itu, di awal tahun seluruh siswa baru diberikan buku dan baju seragam yang semuanya diberikan oleh para donator yang dijaring lewat teknologi internet. MI Nurul Falah juga berhasil menggalang dana dari para donator melalui teknologi internet dalam melakukan rehab gedung dan pengadaan mebelir. Tentu saja, ini merupakan prestasi tersendiri, di tengah-tengah sebagian madrasah masih mengandalkan adanya bantuan dari Pemerintah.
Walaupun juga wajar, madrasah mengharapkan bantuan dari Pemerintah. Tetapi dengan keterbatasan Pemerintah dalam memberikan bantuan kepada madrasah, akan lebih baik kalau madrasah juga melakukan langkah-langkah inovasi dalam mengupayakan pendanaan madrasah. Bukan hanya itu, madrasah juga bisa melakukan inovasi di bidang yang lain, misalnya dalam hal pembinaan guru, penjaringan siswa baru, proses pembelajaran, dan sebagainya. Madrasah lain yang juga memanfaatkan teknologi internet untuk manajemen madrasah adalah MTsN Tangerang 1 Kota Tangerang Selatan (sebelumnya MTsN Pamulang). Madrasah tersebut sudah memanfaatkan jaringan internet mendeteksi kehadiran anak-anak. Selain itu juga sudah memanfaatkan internet sebagai alat promosi dengan cara membuat web yang didesain secaea menarik dan bisa diakses oleh orang tua murid dengan mudah. Melalui web tersebut madrasah bisa menjelaskan visi, misi, program kerja, kebijakan, serta prestasi yang sudah diraih kepada orang tua dan masyarakat luas, sehingga dinamika madrasah bisa diketahui dengan baik oleh orang tua dan masyarakat pada umumnya. Ada lagi madrasah yang bisa dikatakan sepenuhnya memanfaatkan teknologi internet untuk penyelenggaraan manajemen maupun pembelajarannya. Madrasah yang dimaksud adalah MTs Teknonatura di Jakarta Timur. Madrasah yang didirikan oleh para alumni PTDI ini memang berobsesi melahirkan anak-anak kreatif yang berwawasan dan berkemampuan global. Dalam pembelajarannya anak-anak boleh dikatakan paperless. Semuanya dilakukan dengan media internet. Semua bahan-bahan pembelajaran sudah ada di dalam tab yang dimiliki oleh setiap anak, sehingga anak-anak bisa belajar mandiri dan tanpa memerlukan bangunan gedung dalam bentuk fisik. Ketika anak-anak diberikan tugas oleh guru, maka instruksinya juga sudah ada di tab. Selanjutnya hasil pekerjaannya juga diserahkan melalui internet, kemudian hasil belajar anak-anak juga diberikan melalui internet. Dengan cara-cara demikian, proses pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, dinamis, dan berwawasan ke depan. Contoh lain lagi adalah apa yang dikembangkan oleh MA Soebono Mantovani. Madrasah yang digagas oleh keluarga besar BJ Habibie ini mewajibakan kepada seluruh siswanya untuk memiliki blog. Selanjutnya siswa diminta untuk mengisi blog tersebut dengan tulisan-tulisan kreatifnya. Setiap satu semester sekali guru-guru yang sudah ditunjuk akan menilai kreativitas dan kualitas anak dalam mengelola blog. Hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dalam melatih kreativitas khususnya dalam hal tulis-menulis. Selain itu juga menghindarkan anak dari pemanfaatan internet untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Namun demikian juga harus diakui, masih banyak madrasah, dan juga sekolah, yang belum banyak memanfaatkan teknologi informasi secara inovatif untuk mengembangkan pendidikan di madrasah. Di era sekarang, bagi masyarakat kota Tangerang Selatan, khususnya bagi yayasan, kepala madrasah, dan juga guru-guru madrasah di Kota Tangerang Selatan, bisa dikatakan tidak ada yang tidak punya HP android. Kalau ada yang tidak punya, pasti bisa dihitung dengan jari. Tetapi sebagian besar HP android yang sesungguhnya menyimpan banyak fitur yang bermanfaat itu, masih digunakan secara minimalis. Biasanya hanya cukup digunakan untuk WA, SMS, telpon, Facebookan, dan semacamnya. Belum banyak digunakan untuk membantu memperkaya pembelajaran dan pengembangan inovasi manajemen madrasah pada umumnya. Akibatnya kemajuan teknologi kurang berdampak secara signifikan terhadap kemajuan madrasah.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh stakeholders madrasah, khususnya kepala madrasah dan guru-gurunya terkait dengan pemanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Pertama, sebaiknya stakeholders madrasah, khususnya kepala dan guru-guru, mulai berpikir dan mengupayakan bagaimana memanfaatkan teknologi informasi yang ada di dalam genggaman tangan itu untuk kemajuan pendidikan. Teknologi tersebut sebetulnya tidak hanya untuk keperluan pribadi, apalagi hanya untuk bermain lucu-lucuan, tetapi sebaiknya digunakan untuk kepentingan pendidikanya, khususnya bagi pengembangan mutu pendidikan. Kedua, bisa jadi tiadanya keinginan atau program pengembangan pendidikan berbasis internet disebabkan karena ketidaktahuan. Jika ini yang terjadi, maka harus bertanya kepada yang sudah tahu. Kalau memang perlu diadakan, maka adakan pelatihan. Kalaupun kemudian terkendala pada biaya pelatihan, sekarang ini banyak avolunter yang bersedia memberikan pelatihan-pelatihan dengan cuma-cuma alias gratis. Jadi, masalahnya tinggal apakah madrasah ada keinginan atau tidak untuk berusaha. Ketiga, ketika madrasah hendak memanfaatkan teknologi untuk pengembangan mutu pendidikan, bisa jadi pada tahap-tahap awal akan dihadapkan pada kesulitan. Itu adalah suatu hal yang biasa. Setiap ada perubahan pasti akan berhadapan pada kesulitan. Kesulitannya bisa jadi pada hal-hal yang bersifat teknis, tetapi juga pada hal-hal yang bersifat mental atau psikologis. Untuk itu, diperlukan adanya konsistensi dan komitmen yang kuat khususnya dari kepala madrasah untuk terus mengawal perubahan dengan memanfaatkan teknologi bisa berhasil dengan baik. Akhirnya, yang juga penting diperhatikan adalah bahwa perluanya kesadaran yang mendalam bahwa madrasah adalah anugerah Allah yang luar biasa bagi bangsa Indonesia khususnya umat Islam, karena melalui madrasah umat Islam bisa merawat dan menciptakan kaderisasi umat Islam dalam konteks keindonesiaan. Tentu saja ada lembaga-lembaga pendidikan lain yang juga serupa, misalnya pondok pesantren, sekolah-sekolah Islam, dan semacamnya. Tetapi madrasah memiliki kekhasan sendiri dibandingkan dengan yang lainnya karena langsung dibinsa secara sungguh-sungguh oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama dengan anggaran yang cukup besar dan sumberdaya manusia yang juga cukup banyak. Oleh karena itu, karunia Allah yang luar biasanya ini jangan sampai kurang dikelola dengan ssungguh-sungguh. Sebab jika ini yang terjadi, maka kita terkena ayat wa lain kafartum inna adzabi lasyadid. Logikanya memanaj madrasah dengan sungguh dengan memanfaatkan hal-hal yang terbaik, maka niscaya akan menghasilkan output yang terbaik. Dengan demikian, kita akan mendapatkan seperti yang ditegaskan Allah, la-in syakartum la-adzidannakum. Semoga.