MENU DISABILITAS
Jln. Syech Nawawi Al Bantani Blok Instansi Vertikal No.01 KP3B Curug Kota Serang
kanwilbanten@kemenag.go.id
Lima Tipe Kepemimpinan
Foto : NULL
(Kasi Penmad Kemenag Tangsel)
Seorang pemimpin secara otomatis akan melaksanakan perilaku kepemimpinannya. Kepala madrasah, sebagai pemimpin madrasah juga akan memperlihatkan perilaku kepemimpinannya. Nah, perilaku kepemimpinan menurut Fahlevi dalam bukunya Quantum Leadership, ada lima tipe. Kelima tipe tersebut disusun secara hirarkis, semakin tinggi tipenya dinilai semakin ideal gambaran perilaku pemimpin, karena memiliki hasil dan orientasi yang lebih tinggi atau mulia. Berikut adalah lima tipe kepemimpinan yang dimaksud yang bisa digunakan sebagai cermin bagi kita, untuk mengetahui sudah pada tipe berapa perilaku kepemimpinan kita sebagai kepala madrasah. Jadi yang mengetahui hanya diri kita sendiri. Pertama, pemimpin tipe penyuruh atau pemerintah. Pemimpin tipe ini memahami dirinya sebagai penerima kekuasaan atau kewenangan untuk mengatur atau mengendalikan organisasi, sehingga ia merasa memiliki kekuasaan atau kewenangan untuk menyuruh orang lain yang dianggap sebagai anak buah. Tidak ada yang salah dari level ini asalkan perintahnya tepat dan terukur shg bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh penerima perintah. Kedua, pemimpin tipe mengancam dan memberi hadiah. Pemimpin tipe ini punya anggapan bahwa alat yang bisa digunakan untuk memimpin yang tepat adalah dengan memberikan ancaman dan memberikan hadiah. Tujuannya adalah agar orang lain (anak buah) mau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan organisasi. Bagi yang melaksanakan ketentuan, program, atau kebijakan organisasi akan diberikan reward, dan bagi yang tidak melaksanakan, apalagi melawan akan diberikan sanksi. Ketiga, tipe membangun kebersamaan pikiran, cita-cita, atau gerak langkah. Asumsinya organisasi akan meraih tujuannya atau maju kalau semua elemen organisasi bekerjasama dan sama-sama bekerja. Nah, fungsi pemimpin adalah menciptakan kebersamaan tersebut. Pemimpin seperti sangat menyadari pentingnya tim yang solid sehingga bisa mewujudkan tujuan organisasi dengan baik. Pemimpin tipe demikian suka berdiskusi atau bermusyawarah utk mencari kesepakatan. Keempat, tipe coach dan pembangun komitmen. Pemimpin dengan tipe ini memahami bahwa untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan orang-orang yang memiliki ketrampilan yang relevan. Untuk itu ia perlu membimbing atau meng-coach orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya memiliki ketrampilan teetentu. Selain itu, pemimpin tipe ini juga sangat memahami pentingnya komitmen sehingga timnya memiliki kesunggulan dalam mencapai tujuan organisasi. Tipe kepemimpinan seperti ini akan meninggalkan jejak atau legacy, utamanya berbagai prestasi kesuksesan organisasi. Kelima, tipe transformatif dan inspiratif. Orang dengan tipe ini, orientasinya adalah beribadah kepada Allah dengan cara memberikan pelayanan kepada umat melalui lembaga atau organisasi. Ia tidak lagi memiliki target-target pribadi, melainkan untuk kebaikan orang lain atau umat. Sikap hidupnya senang melihat senang dan susah melihat orang susah. Itulah sebabnya dengan amanah kepemimpinannya, ia akan dengan senang hati melakukan transformasi melalui pemberdayaan, pendampingan, pembimbingan, atau sejenisnya untuk kemajuan dan kemaslahatan umat. Kehadirannya selalu menebarkan energi positif. Dengan energi positif, ia bisa mengubah kondisi negatif menjadi posirif dan yang positif menjadi lebih positif lagi. Dengan demikian, keberadaannya akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Sehingga pada saat yang sama, ia sedang mempersiapkan kader penggantinya. Wallahu alam bishawab.