MENU DISABILITAS

Jln. Syech Nawawi Al Bantani Blok Instansi Vertikal No.01 KP3B Curug Kota Serang
kanwilbanten@kemenag.go.id
Berita Umum

Efektivitas Kepemimpinan Kepala Madrasah Pada Pembelajaran Abad 21

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH PADA PEMBELAJARAN ABAD 21


  • Kamis, 29 Mar 2018
  • 46 Views

Share this article

NULL Foto : NULL

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH PADA PEMBELAJARAN ABAD 21

 Oleh: Nuryati Djihajah, M.Pd., MA

(Pengawas MA Kemenag Kota Tangsel)

  Untuk mencapai kualitas pendidikan yang diharapkan di madrasah, diperlukan langkah-langkah antisipatif, kreatif, daan inovatif. Langkah-langkah yang bisa ditempuh diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif, iklim yang baik, budaya kerja yang baik, kepuasan kerja dan motivasi dari pimpinan yang menjadi role model bagi warga yang dipimpinnya. Kondisi prima suatu madrasah sangat dibutuhkan karena madrasah adalah pabrik SDM berciri khusus yang menjadi titik sentral keberhasilan peserta didik dalam menerima transfer sikap, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan. Dengan demikian madrasah akan menghasilkan output yang dihasilkan oleh masyarakat. Lingkungan madrasah yang kondusif dapat dicapai melalui perbaikan dalam pelaksanaan kurikulum yang terus menerus dilakukan, melalui penyediaan sumber daya belajar yang memadai, menciptakan situasi belajar yang menarik, meningkatkan mutu guru, penguatan pendidikan karakter, dan menata manajemen madrasah dengan baik. Manajemen sekolah dikelola oleh kepala madarasah dengan difokuskan pada pengelolaan benda hidup, sumber daya manusia,  karena madrasah adalah lembaga yang memanusiakan manusia. Dalam pelaksanaannya tentu diperlukan sarana dan prasarana yang dikelola oleh kepala madrasah. Fokus pada manusia–manusia di persekolahan ini berhubungan dengan kepemimpinan kepala sekolah (Andreas Harefa, 2001). Tugas kepala madrasah sebagai manajer dan pemimpin sangat kompleks. Oleh  karena itu kepala madrasah harus menjadi manusia pembelajar dan literat. Kepala madrsah harus membekali diri  dengan ilmu pengetahuan, memiliki wawasan yang luas, berkarakter teladan dan berkepribadian yang tangguh. Tetapi dalam praktiknya peran tersebut belum tentu dapat dilaksanakan dengan sempurna karena memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu. Kenyataan tersebut bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada kepala madrasah yang selalu meuntut tanpa memberikan solusi, otoriter tanpa memberi contoh yang baik, dan lebih memernkan dirinya sebagai manajer  daripada sebagai pemimpin yang mengayomi. Agar mampu berperan sebagai pemimpin dan sebagai manajer kepala madrasah hendaknaya memiliki pengetahuan manajemen dan dan kecerdasan emosional. Hasilnya dapat dibuktikan dengan kreativitas, kepuasan para warga madrasah, dan output yang dihasilkan dari madrasah (siswa). Kreativitas berhubungan dengan pembaharuan-pembaharuan dalam menyikapi berbagai perubahan. Misalnya dalam implementasi kurikulum 2013 revisi dan  pembelajaran abad 21. Perubahan ini menuntut perubahan berbagai komponen dan perubahan pola pikir kepala madrasah sebagai pemimpin. Fokus dalam implementasi K.13 revisi adalah:   (1) Penguatan  Pendidikan Karakter) (2)  Penguatan  Literasi (3) Pembelajaran abad  21. Pengembangan Pembelajaran abad 21 melibatkan guru sebagai perencana pembelajaran yang harus mampu mengintegrasikan unsur berpikir tingkat tinggi, model pembelajaran bervariasi/berpusat pada peserta didik, dan mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajarannya. Proses pembelajaran menuntut guru menciptakan pembelajaran yang menuntut keaktifan peserta didik dengan kegiatan: mengamati, menanya, menalar, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Kegiatan mengkomunikasikan hasil pembelajaran merupakan puncak kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik. Mengenai hal tersebut tercantum dalam permendikbud nomor 81A tahun 2013. Pelaksanaan pembelajaran abad 21 menuntut kemampuan kepala madrash untuk mempengaruhi perilaku guru di dalam kelas. Guru diberikan pembinaan dan pengarahan  agar mampu melaksanakan pembelajaran abad 21 sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 perubahan. Kepala madrasah harus mampu menggerakan dan memotivasi guru agar berusaha secara maksimal mengimplementasikan pembelajaran abad 21 di dalam kelasnya. Kerjasasama yang baik harus dilakukan  antara kepala madrasah dan guru-guru dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian efektivitas kepemimpinan kepala madrasah berhasil dengan baik dan terukur. Kepala madrasah mampu mempengaruhi dan menggerakan guru-guru dan tenaga kependidikan sehingga mereka mau bekerja sama dengan suka rela, tanpa ada tekanan atau paksaan. Langkah-langkah  yang dapat dilakukan agar efektivitas kepemimpinan kepala madrasah dalam pelaksanaan pembelajaran abad 21 dapat berhasil adalah sebagai berikut:
  1. Fokus pada tujuan, visi, dan misi satuan pendidikan yang dipimpinnya;
  2. Lakukan langkah-langkah strategis dan sistematis dalam pembinaan dan pengarahan guru- guru;
  3. Gunakan berbagai pendekatan dan gaya kepemimpinan dalam mengatasi masalah;
  4. Jadilah role model dalam pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dan pelaksanaan literasi di madrasah dengan melibatkan berbagai komponen;
  5. Lakukan observasi dengan melibatkan guru senior untuk mengamati secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, pengembangan 4c dan 5m dalam pelaksanaan pembelajaran abad 21;.
  6. Diskusikan berbagai kelemahan yang ditemukan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pada pembelajaran berikutnya;
  7. Lakukan tindak lanjut melalui diklat, workshop,dll
Langkah-langkah tersebut dapat dilakukan oleh kepala madrasah  agar  kepemimpinannya efektif dan efisien.