Masyarakat di Jepang dikenal dengan disiplinnya. Juga dikenal dengan budaya sabarnya. Karena disiplin dengan sabar berhubungan erat. Kedisiplinan sangat membutuhkan kesabaran. Untuk antri misalnya diperlukan kesabaran. Orang yang tidak sabar biasanya tidak bisa antri. Saat terjadi tsunami yang kemudian menimbulkan dampak kerusakan fisik yang luar biasa. Masyarakat Jepang betapapun dalam keadaan kacau dan kelaparan tetap antri saat pembagian pemberian bantuan. Begitupun dalam kondisi yang lain. Keanggunan moral masyarakat Jepang yang demikian di atas rahasianya adalah pada pendidikan moral. Ada 3 penekanan pendidikan moral di Jepang pada anak-anak sekolah.
Pertama, menghargai diri sendiri.
Orang yang disiplin dan sabar adalah orang yang menghargai diri sendiri. Masyarakat akan menghargai orang yang disiplin dan sabar. Ssbaliknya orang yang tidak taat aturan dan emosional tidak disukai oleh masyatakat. Dan ini berlaku bagi semua jenis moral. Jadi, semakin orang bermoral maka sesungguhnya ia semakin menghargai diri sendiri, marwah, dan martabatnya dari hujatan dan sanski masyarakat.
Kedua, menghargai orang lain.
Satu hak yang menarik dari moralitas orang Jepang adalah ketika ia menolong orang lain, ia malah mengucapkan terima kasih kepada orang yang ditolong. Kenapa demikian? Karena ia merasa telah diberi kesempatan untuk berbuat baik. Menurut saya ini luar biasa. Tentu saja yang ditolong juga mengucapkan terima kasih. Nah, menolong dan mengucapkan terima kasih adalah bentuk kepedulian atau menghargai orang lain.
Ketiga, menghargai alam.
Anak-anak Jepang diajarkan betul cara menghargai alam. Salah satunya adalah menjaga kebersihan. Kata seorang teman yg berkunjung ke sana, sekolah di Jepang tidak ada OB karena anak-anaknya sudah terbiasa hidup bersih. Anak-anak di sana tidak hanya menjaga kebersihan ruang kelas dan halaman, tetapi juga menjaga kebersihan toilet. Mereka secara bergiliran dan juga bersama-sama menyikat toilet, kolam, dan ruangan kamar kecil lainnya. Jadi, wajar kalau masyarakat Jepang memiliki moral yang bagus, karena lembaga pendidikannya tuntas dalam mengajarkan dasar-dasar moral. Nah, bagi lembaga pendidikan, khususnya madrasah, sesungguhnya hal-hal di atas juga sangat ditekankan. Banyak sekali ayat al-Quran dan hadist yang mengajarkan seluruh bentuk moral. Yang kurang di kita adalah praktiknya. Beberapa madrasah sudah mulai mempraktikkan dengan baik ttg pendidikan moral atau akhlak. Hasilnya pun sudah bisa dirasakan. Anak-anak menjadi betah di madrasah karena madrasahnya bersih, tertata, hijau, aman, dan ramah. Pada gilirannya banyak menarik masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah. Semoga seluruh madrasah di Tangsel berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan akhlak dengan sebaik-baiknya. Aamiin yaa Rabbal aalamiin.