BSD (Inmas_Tangsel) - Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, menghadiri Acara Diskusi Public dengan tema: "Pelajar dan Pemuda Zaman Now Tolak Radikalisme dan Terorisme", pada Selasa (27/02/2018) bertempat di Resto Telaga Sea Food BSD, Tangerang Selatan.
Acara dihadiri pula oleh Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie, dan ratusan peserta dari berbagai unsur.
Dalam diskusi ini dipaparkan bahwa tindakan radikalisme dan terorisme bukanlah kesalahan ajaran agama tertentu, melainkan pemahaman yang keliru terhadap agama yang dianut. Agama seringkali digunakan sebagai alasan dalam setiap tindakan radikalisme. Radikalisme muncul dari problem keagamaan yang timbul di tengah-tengah masyarakat yang majemuk peradaban dan keberagamaan.
Kasi Bimas Islam menjelaskan, pemuda bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya harus terus menggelorakan gerakan cinta tanah air, dan semangat untuk menyukseskan pembangunan nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa melalui berbagai bentuk pengabdian nyata yang selalu berpegang teguh pada jati dirinya.
Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan para pemuda kurang peduli akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, diantaranya belum optimalnya pembentukan karakter bangsa, kurangnya keteladanan pemimpin, lemahnya budaya patuh, cepat menyerap budaya global yang negatif dan belum mampu menyerap budaya global yang belum sesuai dengan budaya sendiri, tidak meratanya kondisi sosial, kurangnya penghargaan bagi anak bangsa yang berprestasi, serta sistem pendidikan yang belum terintegritas dalam penyerapan wawasan kebangsaan.
“Untuk itu mari kita perbaiki bersama-sama agar tujuan untuk pemantapan wawasan kebangsaan, terutama bagi para pemuda, dalam memperkokoh keutuhan dan kedaulatan NKRI dapat terwujud,” tandasnya. (Fuay)