MENU DISABILITAS
Jln. Syech Nawawi Al Bantani Blok Instansi Vertikal No.01 KP3B Curug Kota Serang
kanwilbanten@kemenag.go.id
Hindari Hoax!!
Foto : NULL
Oleh : H. Azharul Fuad Mahfudh
(Humas Kemenag Tangsel)
KETIKA seseorang berkata, “saya mendengar sendiri” atau “saya melihat langsung”, kita tetap harus memastikan bahwa informasi itu benar. Dalam bahasa agama dinamakan “Tabayyun” dan “Tatsabbut”. Tabayyun adalah memeriksa secara seksama sebuah informasi sebelum disebarkan kepada khalayak umum, agar tidak menimbulkan kerusakan/fitnah. Biasa dikenal dengan klarifikasi atau cek & ricek. Sementara Tatsabbut adalah berhati-hati dalam menukil berita dan ketika berbicara serta memastikan kebenarannya. Bukan sekedar tabayyun. Al-Qur`an mengecam orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain, terlebih jika di buat-buat berupa fitnah. Bahkan yang demikian itu diibaratkan memakan bangkai saudara sendiri, sesuatu yang kita sangat jijik melakukannya. Diibaratkan memakan bangkai, karena orang yang dibicarakan tidak bisa melawan, karena tidak ada di tempat, sehingga tidak bisa menjawab balik.
Disisi lain, tanpa disadari, penyebar berita Hoax sesungguhnya sedang mentransfer amal kebaikannya kepada orang yang dibicarakan, yang kelak di akhirat termasuk golongan MUFLIS, orang yang bangkrut. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW pernah bertanya, “Tahukah kalian, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah SAW bersabda, “Kamu berbicara tentang saudaramu dengan pembicaraan yang tidak disukainya.” Ada yang bertanya, “Bagaimana apabila yang aku katakan tentang dia itu benar?” Rasul menjawab, “Jika yang engkau katakan benar, maka engkau telah berbuat ghibah, tetapi jika tidak benar, sungguh engkau telah membuat kebohongan (fitnah) tentangnya.” Di era teknologi informasi sekarang ini, terutama di media sosial, seperti Facebook, Twiter, Instagram atau Broadcast Whatsapp dan BBM, banyak sekali beredar berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Seringkali seseorang langsung menforward dan menshare berita tersebut kepada orang lain, tanpa melakukan tabayyun dan tatsabbut terhadap berita itu. Mengingat ancaman Rasul di atas, maka janganlah langsung menforward berita-berita yang kita sendiri belum yakin akan kebenarannya. Sebab, siapa yang memforward berita bohong, maka ia ikut berdosa seperti pembuat atau pelakunya. Hindari Hoax!!