(Inmas Pandeglang) - Sebanyak 306 siswa Madrasah Aliyah mengikuti simulasi pertama Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK) di MAN 1 Pandeglang, Senin-Rabu, 21-23 Januari 2019 lalu. Para siswa tersebut berasal dari MAN 1 Pandeglang sebanyak 254 orang dan 52 orang lainnya berasal dari 5 madrasah yang menggabung, yaitu MA Darul Istikmal, MA Mursyidatul Jannah, MA Darul Hijrah Wal Banna, MA Tunaswangi dan MA Al-Ishlah Laksana. Kepala MAN 1 Pandeglang Jahriah menjelaskan, simulasi dilaksanakan sebagai uji coba aplikasi UAMBN BK sekaligus memberikan tryout soal kepada siswa kelas XII yang pada bulan Maret mendatang akan mengikuti UAMBN BK. Simulasi dilaksanakan selama 3 hari dengan 3 sesi setiap harinya. Adapun mata pelajaran yang disimulasikan ada 3, yaitu : Al-Quran Hadits, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Menurut Hj. Jahriah, simulasi selama 3 hari tersebut secara umum berjalan lancar. “Alhamdulillah semua peserta bisa mengikuti simulasi sesuai jadwal. Apalagi MAN 1 Pandeglang tahun lalu pun sudah melaksanakan UAMBN-BK,” ujar Jahriah. Hanya saja Jahriah menganggap masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar ujian sebenarnya bisa berjalan lebih baik. Antara lain masalah sosialisasi troubleshooting aplikasi. “Misalnya soal tidak muncul, kenapa dan harus apa yang dilakukan? Icon mulai ujian tidak bisa diklik, anak harus melakukan apa? Itu antara lain yang harus ada panduannya dari helpdesk atau tim pengembang UAMBN BK. Kalau ada panduannya kita dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Jahriah. Hal senada dikemukakan oleh proktor UAMBN BK pada MAN 1 Pandeglang Abdurahman S. Permana. Menurut Oman –panggilan akrabnya– selama simulasi ini proktor dan teknisi dituntut bekerja keras mencari solusi dari kendala yang dihadapi. “Semua kendala bisa kita atasi. Yang penting proktor dan teknisinya teliti, ulet dan sabar,” papar Oman. (nursaid siddiq)